Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BERITA » Proyek Irigasi Siluman di Tanralili Maros Dikeluhkan Warga, Kadis Pertanian Tegaskan Bukan Kegiatan Dinas!

Proyek Irigasi Siluman di Tanralili Maros Dikeluhkan Warga, Kadis Pertanian Tegaskan Bukan Kegiatan Dinas!

  • account_circle Anchu
  • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kompasmaros.com, Maros – Pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur irigasi pertanian yang berlokasi di Lingkungan Borong, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, mendadak menjadi sorotan tajam sekaligus polemik di tengah masyarakat setempat. Proyek yang seharusnya menjadi angin segar bagi para petani untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian ini justru menuai gelombang protes akibat sarat akan kejanggalan, minim transparansi, hingga dugaan pengerjaan yang asal-asalan.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, proyek fisik tersebut berjalan tanpa dilengkapi dengan papan informasi proyek atau plang nama. Absennya atribut wajib ini membuat publik, khususnya warga sekitar dan para petani, kesulitan mengetahui secara pasti instansi mana yang bertanggung jawab, seberapa besar anggaran yang digelontorkan, serta dari mana sumber dana proyek tersebut berasal. Praktik semacam ini dinilai secara terang-terangan mencederai dan melanggar prinsip keterbukaan informasi publik (KIP) yang diamanatkan dalam setiap penggunaan anggaran negara.

Persoalan di lapangan ternyata tidak berhenti pada ketiadaan papan transparansi anggaran. Pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut juga terpantau mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Para pekerja terlihat hilir mudik beraktivitas tanpa mengenakan atribut perlengkapan keamanan standar, seperti helm keselamatan (safety helmet), rompi proyek, maupun sepatu pelindung. Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran serius karena membahayakan keselamatan serta nyawa para pekerja di lokasi konstruksi.

Tidak heran jika gelombang keluhan warga semakin membesar. Kualitas fisik bangunan irigasi yang sedang dikerjakan turut menuai kritik pedas karena dinilai buruk dan jauh dari standar teknis yang layak. Warga menduga pengerjaan proyek ini dilakukan secara serampangan demi meraup keuntungan sepihak oleh oknum tertentu, mengingat material yang digunakan tampak kurang berkualitas dan berisiko tinggi mengalami kerusakan dini sebelum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Melihat banyaknya indikasi kejanggalan yang ditemukan, elemen masyarakat dan para petani setempat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik dari unsur kepolisian maupun kejaksaan, untuk segera turun tangan melakukan investigasi serta penyelidikan mendalam di lokasi proyek.

“Kami minta APH segera memeriksa proyek ini. Jangan sampai ada indikasi penyalahgunaan anggaran negara. Proyek ini dibangun untuk kepentingan petani, tapi kalau kualitasnya buruk dan dikerjakan secara sembunyi-sembunyi seperti proyek siluman, yang rugi tentu masyarakat,” ungkap salah satu warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Teka-teki mengenai asal-usul proyek misterius ini akhirnya menemui titik terang setelah awak media melakukan konfirmasi langsung kepada pihak pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Maros.

Kepala Dinas Pertanian Maros, Jamaluddin, S.Pi., M.Si., saat dikonfirmasi memberikan tanggapan tegas dan mengejutkan. Ia menyatakan bahwa proyek pembangunan irigasi tersebut sama sekali bukan merupakan program atau kegiatan dari instansi yang dipimpinnya.

“Bukan kegiatan dari Dinas Pertanian pak, alokasi irigasi untuk Kelurahan Borong, Kecamatan Tanralili, tidak ada dalam daftar,” ujar Jamaluddin menegaskan saat dikonfirmasi Media Kompasmaros.com beberapa hari yang lalu.

Pernyataan resmi dari Kepala Dinas Pertanian Maros ini semakin memperkuat stigma di tengah masyarakat bahwa proyek tersebut mirip dengan “proyek siluman” yang berjalan tanpa kejelasan administratif yang sah. Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi pemerintah terkait lainnya belum dapat dikonfirmasi di lokasi untuk memberikan penjelasan resmi mengenai mangkirnya papan informasi serta rendahnya kualitas pembangunan irigasi di wilayah tersebut. (Anchu)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less