Permudah Wajib Pajak, Bapenda Maros Hadir di Setiap Kecamatan untuk Layanan PBB-P2
- account_circle kompas
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kompasmaros.com | Maros – Alih-alih menunggu masyarakat datang ke kantor, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, M. Ferdiansyah, memilih turun langsung ke 14 kecamatan membuka layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Strategi jemput bola ini menjadi salah satu langkah inovatif untuk mempermudah wajib pajak sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros.
Program tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Maros. Melalui layanan yang dibuka langsung di kantor-kantor kecamatan, masyarakat kini dapat membayar PBB-P2 maupun mengurus berbagai persoalan administrasi pajak tanpa harus datang ke kantor Bapenda atau bank.
Di setiap kecamatan, petugas Bapenda membuka pelayanan selama tiga hingga empat hari. Tak hanya menerima pembayaran pajak, masyarakat juga dapat mengurus berbagai persoalan administrasi PBB-P2, mulai dari perbaikan data hingga penyelesaian kendala terkait objek pajak.
“Kami ingin pelayanan semakin dekat dengan masyarakat. Selama dua bulan pelaksanaan program ini, petugas Bapenda hadir langsung di kecamatan agar warga lebih mudah membayar pajak dan menyelesaikan berbagai persoalan administrasi PBB,” kata Ferdiansyah.
Selama pelayanan berlangsung, petugas Bapenda berkantor sementara di kantor camat dengan dukungan pemerintah kecamatan. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mempercepat realisasi penerimaan pajak daerah.
Hingga saat ini, realisasi penerimaan PBB-P2 telah mencapai sekitar 30 persen dari target tahunan. Angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga sekitar 65 persen setelah PT Angkasa Pura, sebagai wajib pajak terbesar di Kabupaten Maros, menyetorkan kewajiban PBB-P2 sekitar Rp17 miliar dalam waktu dekat.
Setiap tahunnya, PT Angkasa Pura menjadi kontributor terbesar penerimaan PBB-P2 di Kabupaten Maros dengan nilai sekitar Rp17 miliar.
Langkah jemput bola yang digagas Ferdiansyah dinilai sebagai terobosan pelayanan publik yang tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga menjadi strategi nyata dalam mengoptimalkan PAD Kabupaten Maros. Pendekatan ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada target, melainkan juga pada inovasi pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat.(Tim)
- Penulis: kompas

Saat ini belum ada komentar