Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BERITA » Atasi Kekeringan Ekstrem, BPBD Maros Alihkan Suplai Air Bersih ke IPA Bantimurung Demi Jangkau Warga Terdampak.

Atasi Kekeringan Ekstrem, BPBD Maros Alihkan Suplai Air Bersih ke IPA Bantimurung Demi Jangkau Warga Terdampak.

  • account_circle Hamzan
  • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kompasmaros.com, Maros – Di tengah hantaman musim kemarau panjang yang kian mengkhawatirkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros terus mengintensifkan langkah-langkah taktis guna menanggulangi krisis air bersih. Operasi kemanusiaan berskala masif ini difokuskan secara mendalam untuk menyapa warga di Kecamatan Bantimurung yang mengalami kelangkaan air akut demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Berdasarkan data lapangan yang dihimpun, jangkauan distribusi darurat kali ini menyasar dua wilayah desa sekaligus, yakni Desa Alatengngae dan Desa Kalabbirang. Khusus di Desa Alatengngae, intervensi diperluas hingga mencakup empat dusun sekaligus, yaitu Dusun Tanete, Dusun Manjaling, Dusun Bonto Leko, dan Dusun Bontobuah. Perluasan titik sasaran ini terpaksa dilakukan menyusul semakin meluasnya dampak kekeringan yang melumpuhkan aktivitas warga.

Dalam eksekusi di lapangan, BPBD Maros mengambil langkah penyesuaian strategi yang cukup krusial. Jika sebelumnya pasokan air bersih mengandalkan sumber dari kawasan Bosowa di Desa Baruga, kini suplai dialihkan secara total. Keputusan taktis tersebut diambil akibat penurunan debit air yang sangat drastis di sumber mata air Bosowa, ditambah kendala jarak tempuh armada tangki yang dinilai kurang efisien dari segi waktu dan tenaga.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Maros, Towadeng, S.H., menegaskan bahwa pengalihan rute dan sumber suplai ini merupakan bentuk respons cepat demi menjaga efektivitas pelayanan publik. Kini, pasokan air bersih disokong langsung melalui fasilitas Perumda Air Minum Tirta Bantimurung lewat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung.

“Untuk pendistribusian air bersih di wilayah Bantimurung, kami gunakan air bersih dari IPA Bantimurung agar lebih memudahkan penyaluran di Desa Alatengngae dan Desa Kalabbirang. Diketahui desa-desa tersebut berada di wilayah kecamatan yang sama,” ujar Towadeng, S.H. saat dikonfirmasi, Minggu (4/10/2026).

Towadeng menambahkan, selain pertimbangan aksesibilitas yang jauh lebih dekat dengan titik sasaran, volume air di IPA Bantimurung saat ini terpantau masih relatif aman dan mencukupi untuk menopang kebutuhan darurat masyarakat.

“Jika menggunakan air dari Bosowa, rutenya cukup jauh dan debit airnya mulai berkurang. Olehnya itu, kita menggunakan air IPA Bantimurung selain mempermudah akses, ketersediaan airnya juga masih lumayan. Kami terus menggenjot distribusi air bersih ini kepada warga yang terdampak kelangkaan air di Kabupaten Maros,” tegasnya dengan penuh komitmen.

Menariknya, operasi kemanusiaan ini tidak hanya menyasar permukiman warga secara personal. Armada truk tangki TRC BPBD Maros juga memprioritaskan fasilitas umum, khususnya rumah ibadah. Sejumlah masjid di berbagai dusun turut mendapat jatah suplai air bersih guna memastikan kelancaran kegiatan keagamaan warga di tengah krisis.

Meski harus berjibaku dengan berbagai kendala operasional yang berat—mulai dari keterbatasan jumlah armada, luasnya cakupan wilayah administratif, hingga dinamika cuaca yang tidak menentu—jajaran BPBD Maros memastikan tidak akan mengendurkan semangat pelayanan. TRC BPBD Maros terus bergerak tanpa kenal lelah, menyalurkan air bersih setiap harinya hingga larut malam demi meringankan beban masyarakat Kabupaten Maros yang masih bertahan di tengah hantaman kemarau ekstrem.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less